Tukang
parkir tumpah ruah di tembalang
| Tembalang, banyak tukang parkir yang ada disekitar jalan tembalang meyebabkan kebanyakan mahasiswa kesal, karena hanya meminta duitnya saja tapi keamanannya masih di pertanyakan. |
Semarang,
tembalang saat ini banyak sekali terdapat tempat – tempat atau warung jajanan yang
berada di pinggir jalan yang memudahakan mahasiswa untuk membeli makanan atau
sekedar cemilan untuknya. Dengan admya tempat jajanan tersebut, orang – orang di daerah sekitar tersebut
memanfaatkannya sebgai penjaga keamanan atau tukang parkir.
Dengan
hanya bermodalkan rompi berwana orange dan pluit seseorang bisa menjadi tukang
parkir, walaupun dari beberapa tukang parkir gadungan yang ada di sekitar
tembalang, ada juga beberapa yang menjadi tukang parkir resmi. Karena terlalu
banyak tukang parkir hal tersebut membuat sebagian dari mahasiswa merasa
terganggu. saat di temui di jalan seorang mahasiswi bernama Tria (19),
mengatakan kalau “ saya sangat terganggu sekali dengan adanya tukang parkir tersebut,
memang bagus ada tukang parkir untuk menjaga keamanan, tapi tidak usah
berelibihan juga, kan bisa saja kurang – kurangi.” Terkadang ada tukang parkir
yang menolak di berikan uang parkir dengan tariff yang sudah ada yaitu Rp 500,-
dengan alasan tariff parkirnya sudah naik menjadi Rp 1.000,- untuk kendaraan
roda dua.
Rony
(33 thn ) seorang warga asli Tembalang mengatakan “kalau saya sih tidak mau ambil pusing ya soal
tukang parkir di sini, soalnya mereka juga mencari makan dengan cara yang halal
ko walaupun terkadang ada beberapa tukang parkir yag hanya ingin duitnya saja
tetapi tidak mau markirin kendaraannya dengan benar,” saat di temui di warung
makan pinggiran.
Adanya
tukang parkir belum tentu kendaraan yang kita parkir aman, karena ada kejadian belum
lama ini seoranng mahasiswa yang sedang membeli makan di warung yang ada tukang
parkir, kehilngan helmnya. Pada saat mahasiswa tersebut menanyakan kepada
tukang parkir, tukang parkir tersebut tidak tahu kalau ada orang yang kehilngan
helm di tempat parkirnya, maka dari itu seharusnya tukang parkir gadungan yang
tidak memiliki izin dari pemerintah kota setempat seharusnya melarang karena
bisa jadi orang yang menjadi tukang parkir gadungan tersebut bekerja sama
dengan maling untuk meluncurkan aksinya.
bukan tembalang kalau sedikit tukang parkir.karena tembalang dikenal terdapat salah satu kampus yang terkenal yaitu undip,pastinya banyak penjual dan disitulah tukang parkir ada
BalasHapuskadang tukang parkir juga membantu lohh
BalasHapushahaha iya kadang kadang sebel juga mau fotokopi cuma 3oo eh parkirnya 500 malah 1000. oya beritanya belum ada dari sisi wawancara dari tukang parkirnya ya?
BalasHapusya biarpun terkadang menjengkalkan, tukang parkir seperti ini sangat membantu, sayangnya jasanya mudah dilupakan
BalasHapusiya bener,banyak di tembalang yang tukang parkirnya cuma mau uangnya tp nggak mau memarkirkan dan menjaga dengan baik
BalasHapusiya nih, kadang awalnya parkir, gak liat ad tukang parkir, tiba-tiba waktu pulang, tukang parkirnya nongol dan narik uang. hmmmmm
BalasHapus_arum sawitri_