Senin, 17 Desember 2012


Tukang parkir tumpah ruah di tembalang

Tembalang, banyak tukang parkir yang ada disekitar jalan tembalang meyebabkan kebanyakan mahasiswa kesal, karena hanya meminta duitnya saja tapi keamanannya masih di pertanyakan.

Semarang, tembalang saat ini banyak sekali terdapat tempat – tempat atau warung jajanan yang berada di pinggir jalan yang memudahakan mahasiswa untuk membeli makanan atau sekedar cemilan untuknya. Dengan admya tempat jajanan tersebut,  orang – orang di daerah sekitar tersebut memanfaatkannya sebgai penjaga keamanan atau tukang parkir.
Dengan hanya bermodalkan rompi berwana orange dan pluit seseorang bisa menjadi tukang parkir, walaupun dari beberapa tukang parkir gadungan yang ada di sekitar tembalang, ada juga beberapa yang menjadi tukang parkir resmi. Karena terlalu banyak tukang parkir hal tersebut membuat sebagian dari mahasiswa merasa terganggu. saat di temui di jalan seorang mahasiswi bernama Tria (19), mengatakan kalau “ saya sangat terganggu sekali dengan adanya tukang parkir tersebut, memang bagus ada tukang parkir untuk menjaga keamanan, tapi tidak usah berelibihan juga, kan bisa saja kurang – kurangi.” Terkadang ada tukang parkir yang menolak di berikan uang parkir dengan tariff yang sudah ada yaitu Rp 500,- dengan alasan tariff parkirnya sudah naik menjadi Rp 1.000,- untuk kendaraan roda dua.
Rony (33 thn ) seorang warga asli Tembalang mengatakan “kalau  saya sih tidak mau ambil pusing ya soal tukang parkir di sini, soalnya mereka juga mencari makan dengan cara yang halal ko walaupun terkadang ada beberapa tukang parkir yag hanya ingin duitnya saja tetapi tidak mau markirin kendaraannya dengan benar,” saat di temui di warung makan pinggiran.
Adanya tukang parkir belum tentu kendaraan yang kita parkir aman, karena ada kejadian belum lama ini seoranng mahasiswa yang sedang membeli makan di warung yang ada tukang parkir, kehilngan helmnya. Pada saat mahasiswa tersebut menanyakan kepada tukang parkir, tukang parkir tersebut tidak tahu kalau ada orang yang kehilngan helm di tempat parkirnya, maka dari itu seharusnya tukang parkir gadungan yang tidak memiliki izin dari pemerintah kota setempat seharusnya melarang karena bisa jadi orang yang menjadi tukang parkir gadungan tersebut bekerja sama dengan maling untuk meluncurkan aksinya.

6 komentar:

  1. bukan tembalang kalau sedikit tukang parkir.karena tembalang dikenal terdapat salah satu kampus yang terkenal yaitu undip,pastinya banyak penjual dan disitulah tukang parkir ada

    BalasHapus
  2. kadang tukang parkir juga membantu lohh

    BalasHapus
  3. hahaha iya kadang kadang sebel juga mau fotokopi cuma 3oo eh parkirnya 500 malah 1000. oya beritanya belum ada dari sisi wawancara dari tukang parkirnya ya?

    BalasHapus
  4. ya biarpun terkadang menjengkalkan, tukang parkir seperti ini sangat membantu, sayangnya jasanya mudah dilupakan

    BalasHapus
  5. iya bener,banyak di tembalang yang tukang parkirnya cuma mau uangnya tp nggak mau memarkirkan dan menjaga dengan baik

    BalasHapus
  6. iya nih, kadang awalnya parkir, gak liat ad tukang parkir, tiba-tiba waktu pulang, tukang parkirnya nongol dan narik uang. hmmmmm

    _arum sawitri_

    BalasHapus